Mengenal Apa Itu Ptosis
Ptosis adalah kondisi medis ketika kelopak mata atas turun lebih rendah dari posisi normal. Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Selain itu, ptosis biasa menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Di sisi lain, tingkat keparahannya juga berbeda-beda, mulai dari ringan hingga menutup sebagian penglihatan.
Secara medis, ptosis gangguan otot atau saraf pada kelopak mata. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat sangat penting agar penanganan sedini mungkin.
Ptosis: Pengertian dan Jenisnya
Ptosis adalah istilah medis yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti “jatuh”. Dalam konteks kesehatan mata, ptosis merujuk pada turunnya kelopak mata atas.
- Ptosis Kongenital
Ptosis kongenital muncul sejak lahir. Misalnya, kondisi ini terjadi karena otot pengangkat kelopak mata tidak berkembang dengan sempurna. Selain itu, anak dengan ptosis bawaan perlu pemantauan rutin untuk mencegah gangguan penglihatan jangka panjang.
- Ptosis Didapat (Acquired Ptosis)
Di sisi lain, ptosis didapat muncul seiring bertambahnya usia atau akibat kondisi tertentu. Selain itu, faktor penuaan menjadi penyebab paling umum.
Faktor Penyebab Ptosis
- Ptosis Neurogenik
Jenis ini berkaitan dengan gangguan saraf. Misalnya, stroke atau penyakit saraf tertentu dapat memicu ptosis.
- Ptosis Myogenik
Ptosis myogenik terjadi akibat kelemahan otot. Selain itu, kondisi seperti myasthenia gravis sering menjadi pemicunya.
Penyebab Ptosis
Ptosis adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Selain faktor usia, cedera mata juga sering menjadi penyebab. Di sisi lain, penggunaan lensa kontak jangka panjang dapat memperburuk kondisi kelopak mata.
Selain itu, tumor atau peradangan di sekitar mata juga dapat menekan otot kelopak. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh sangat dianjurkan.
Gejala Ptosis yang Umum Terjadi
Gejala ptosis tidak hanya berupa kelopak mata turun. Selain itu, penderita sering mengangkat alis untuk membantu penglihatan. Misalnya, anak-anak dengan ptosis sering memiringkan kepala ke belakang.
Di sisi lain, ptosis berat dapat menyebabkan kelelahan mata dan sakit kepala. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian.
Penanganan Ptosis
- Terapi Non-Bedah
Untuk kasus ringan, observasi rutin sering menjadi pilihan. Selain itu, penggunaan kacamata khusus dapat membantu menopang kelopak mata.
- Tindakan Bedah
Di sisi lain, ptosis sedang hingga berat biasanya memerlukan operasi. Prosedur ini bertujuan memperbaiki fungsi otot kelopak mata.
Kesimpulan
Ptosis adalah kondisi kelopak mata turun yang dapat berdampak pada kualitas hidup. Selain itu, deteksi dan penanganan dini sangat menentukan hasil jangka panjang. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga medis profesional menjadi langkah yang bijak.
Jika Anda atau keluarga mengalami gejala ptosis, Lavalen Medica siap membantu melalui layanan kesehatan mata yang komprehensif dan ditangani oleh tim berpengalaman. Konsultasi sejak dini dapat menjadi langkah kecil untuk menjaga kualitas penglihatan Anda di masa depan.