Sering Screentime Saat Malam, Apakah Memengaruhi Kesehatan?
Kebiasaan sering screentime saat malam kini menjadi bagian dari gaya hidup modern. Selain itu, penggunaan gawai sebelum tidur sering dianggap sepele. Padahal, di sisi lain, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang jika tidak dikontrol dengan baik.
Banyak orang menghabiskan waktu dengan ponsel, tablet, atau laptop hingga larut malam. Misalnya, untuk bekerja, menonton video, atau sekadar bermain media sosial. Namun, apakah kebiasaan screentime malam benar-benar memengaruhi kesehatan di masa depan? Jawabannya perlu dilihat dari berbagai aspek medis.
Sering Screentime Saat Malam dan Dampaknya pada Tubuh
Pengaruh screentime tidak hanya terbatas pada mata. Selain itu, paparan cahaya layar juga memengaruhi sistem biologis tubuh.
- Gangguan Pola Tidur
Cahaya biru (blue light) dari layar gawai (gadget) dapat menekan produksi hormon melatonin. Akibatnya, tubuh sulit merasa mengantuk. Di sisi lain, kualitas tidur menjadi menurun meskipun durasinya cukup. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang memiliki screentime tinggi pada malam hari.
Selain itu, tidur yang tidak berkualitas dapat memicu kelelahan kronis. Misalnya, sulit fokus di siang hari dan mudah merasa lelah.
- Gangguan Kesehatan Mata
Penggunaan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata kering dan tegang. Selain itu, sindrom kelelahan mata digital juga semakin sering ditemukan. Di sisi lain, kebiasaan ini dapat mempercepat penurunan fungsi penglihatan jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup.
Risiko Jangka Panjang Screentime Malam Hari
Sering screentime saat malam tidak hanya berdampak sesaat. Oleh karena itu, risiko jangka panjang juga perlu diperhatikan.
- Gangguan Metabolisme
Kurang tidur akibat screentime berlebih dapat mengganggu metabolisme tubuh. Selain itu, risiko obesitas dan diabetes tipe 2 bisa meningkat. Misalnya, pola tidur yang terganggu memengaruhi hormon pengatur nafsu makan.
Di sisi lain, aktivitas fisik juga cenderung menurun pada individu dengan screentime tinggi.
- Kesehatan Mental
Paparan layar berlebihan, terutama media sosial, dapat memicu stres dan kecemasan. Selain itu, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain sering terjadi saat screentime malam. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan mental dalam jangka panjang.
Cara Mengurangi Dampak Screentime Saat Malam
Mengurangi risiko bukan berarti harus menghentikan penggunaan gawai sepenuhnya. Namun, pengelolaan yang tepat sangat.
- Atur Batas Waktu Layar
Batasi screentime setidaknya satu jam sebelum tidur. Selain itu, aktifkan mode malam atau filter cahaya biru pada perangkat. Langkah ini membantu mata dan otak lebih rileks.
- Bangun Rutinitas Tidur Sehat
Rutinitas tidur yang konsisten membantu tubuh beradaptasi. Misalnya, membaca buku atau melakukan peregangan ringan sebelum tidur. Di sisi lain, hindari notifikasi yang dapat mengganggu waktu istirahat.
- Peran Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Pemeriksaan kesehatan rutin membantu mendeteksi dampak screentime sejak dini. Selain itu, konsultasi dengan tenaga medis dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi individu.
Kesimpulan
Sering screentime saat malam dapat memengaruhi kesehatan di masa depan, baik secara fisik maupun mental. Selain itu, dampaknya sering muncul secara bertahap. Oleh karena itu, pengaturan screentime dan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup.
Sebagai langkah preventif, Anda dapat mempertimbangkan konsultasi kesehatan secara berkala. Lavalen Medica menyediakan layanan kesehatan komprehensif untuk membantu Anda menjaga tubuh tetap sehat di tengah tantangan gaya hidup digital. Pendekatan profesional dan edukatif menjadikan Lavalen Medica partner yang tepat untuk kesehatan jangka panjang Anda.